Ketua Kwarcab Pramuka Lombok Timur Bekali Murid Baru MATAMUDA 2026 dengan Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan


Lombok Timur – Rangkaian kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026 di Pondok Pesantren Putra Rinjani Nahdlatul Wathan menghadirkan materi Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan yang disampaikan oleh H. Lalu Ahmadi, M.Pd., Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Lombok Timur. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid baru jenjang MTs dan MA sebagai bagian dari pembentukan karakter pada awal tahun pelajaran 2026/2027.

Dalam pemaparannya, H. Lalu Ahmadi menegaskan bahwa generasi muda harus memiliki sikap beragama yang moderat, menghargai perbedaan, menjunjung tinggi persatuan, serta memiliki rasa cinta kepada bangsa dan negara. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi para santri untuk menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan ajaran agama, akhlak mulia, dan semangat kebangsaan.

Ia menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan cara pandang dalam beragama yang adil, seimbang, dan menjauhkan diri dari sikap ekstrem. Sementara itu, wawasan kebangsaan menjadi fondasi dalam memperkuat komitmen terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta semangat Bhinneka Tunggal Ika. Materi tersebut juga menjadi bagian dari penguatan karakter yang dianjurkan dalam pelaksanaan MATAMUDA Tahun Pelajaran 2026/2027.

"Santri harus menjadi teladan dalam menjaga persaudaraan, mempererat ukhuwah, menghormati perbedaan, serta siap berkontribusi untuk kemajuan agama, bangsa, dan negara. Jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, dan cinta tanah air harus tumbuh sejak dini," pesan H. Lalu Ahmadi kepada para peserta.

Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para murid baru mengikuti sesi materi, diskusi, dan tanya jawab sebagai bekal awal mengenal budaya madrasah sekaligus memperkuat karakter kepesantrenan. Melalui MATAMUDA 2026, Pondok Pesantren Putra Rinjani Nahdlatul Wathan berharap dapat melahirkan generasi santri yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, berwawasan kebangsaan, serta mampu menjadi agen persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara melalui Mottonya Menjadi Generasi Emas yang Bertaqwa dan Berakhlak Mulia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *