Bullying, Narkoba, dan Paparan Ideologi Kekerasan Jadi Ancaman Serius Dunia Pendidikan

Lombok Timur – Dunia pendidikan Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain maraknya kasus bullying (perundungan) dan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah, berbagai pihak juga mengingatkan tentang meningkatnya ancaman penyalahgunaan narkoba serta paparan ideologi kekerasan dan ekstremisme yang menyasar pelajar melalui media sosial maupun jaringan pergaulan. Perkembangan teknologi informasi memberikan banyak manfaat […]

Lombok Timur – Dunia pendidikan Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain maraknya kasus bullying (perundungan) dan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah, berbagai pihak juga mengingatkan tentang meningkatnya ancaman penyalahgunaan narkoba serta paparan ideologi kekerasan dan ekstremisme yang menyasar pelajar melalui media sosial maupun jaringan pergaulan.

Fose saat Kegiatan Bersama LPAI

Perkembangan teknologi informasi memberikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan. Namun di sisi lain, kemudahan akses internet juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan paham radikal, ajakan melakukan kekerasan, hingga penyalahgunaan narkoba kepada generasi muda. Beberapa kasus yang terungkap dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa remaja dapat terpapar konten berbahaya apabila tidak mendapatkan pendampingan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Perhatian publik semakin meningkat setelah terungkapnya kasus seorang pelajar SMA yang diduga terlibat dalam aksi bom bunuh diri setelah mengalami proses radikalisasi melalui media digital. Kasus tersebut menjadi peringatan bahwa ancaman terhadap anak-anak tidak hanya berupa kekerasan fisik dan perundungan, tetapi juga infiltrasi ideologi ekstrem yang dapat merusak masa depan generasi bangsa.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan anak dan terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, Yayasan Pondok Pesantren Putra Rinjani Nahdlatul Wathan bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Lombok Timur menyelenggarakan Sosialisasi dan Pembinaan Perlindungan Anak kepada seluruh guru dan wali santri di lingkungan yayasan pada Selasa, 14 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan Judan PB, SH selaku Ketua LPAI Kabupaten Lombok Timur, Ibu Titi Sulastin, S.Km. selaku Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Kabupaten Lombok Timur, serta seorang anggota Densus 88 Anti Terorisme sebagai narasumber. Para pemateri memberikan edukasi mengenai pencegahan bullying, perlindungan anak di lingkungan pendidikan, bahaya penyalahgunaan narkoba, kewaspadaan terhadap penyebaran paham radikal dan ekstremisme, serta pentingnya membangun karakter peserta didik yang berakhlak mulia, cinta tanah air, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Dalam penyampaiannya, para narasumber menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Guru, orang tua, masyarakat, dan pemerintah harus bersinergi menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan, narkoba, dan paham yang mengarah pada tindakan terorisme.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Pondok Pesantren Putra Rinjani Nahdlatul Wathan berharap seluruh tenaga pendidik dan wali santri semakin memahami peran strategis mereka dalam menjaga tumbuh kembang anak, sehingga lahir generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, cinta NKRI, serta berlandaskan iman dan takwa.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi komitmen nyata Yayasan Pondok Pesantren Putra Rinjani Nahdlatul Wathan untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak, memperkuat perlindungan peserta didik, serta membangun dunia pendidikan yang bebas dari bullying, kekerasan, narkoba, dan pengaruh ideologi ekstrem yang mengancam masa depan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *